Search

SMK NEGERI 1 KOTA TEBING TINGGI

SMK BISA SMK HEBAT SMK NEGERI 1 KOTA TEBING TINGGI BISA HEBAT

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 H pada Selasa (05/03/2024). Peringatan yang penuh hikmad tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru – guru, Staff Tu, dan seluruh siswa-siswi SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi.

Tampil sebagai penceramah Muhammad Arifin S.Pdi . Tujuan digelar Isra’ Mi’raj ini menurut kepala sekolah SMK Negeri 1 Kota Tebing Tinggi Bapak Yusdiantoro S.pd adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para siswa, guru dan staff kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi seluruh siswa, guru dan staff.

“Para siswa diharapkan akan meningkatkan iman dan taqwa, mempererat tali silaturahmi, menambah wawasan pengetahuan agama, serta menghayati hikmah-hikmah dan nilai yang terkandung didalam perjalanan nabi Muhammad tersebut”, ulas Bapak Yusdiantoro.

“Hikmah dan nilai yang luhur tersebut nantinya diharapkan akan membekas dihati sanubari para siswa, dan pada akhirnya para siswa dapat mengamalkan hikmah dan nilai dari Isra’ mi’raj dalam kehidupan sehari-hari”, imbuh Bapak Yusdiantoro.

Untuk itu Bapak Yusdiantoro mengharapkan kepada seluruh siswa-siswi, agar menyimak dan memperhatikan penuh dengan hikmad apa-apa yang disampaikan oleh penceramah yang telah diundang pihak sekolah tersebut.

Sementara itu Muhammad Arifin S.pdi dalam siraman rohaninya membahas tentang Tema Perjalanan Isra Mi’raj dan Amalan – amalan di bulan puasa.

Isra Mi’raj adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada abad ke-7. Pada malam tersebut, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dan naik ke langit ketujuh sampai ke Sidratul Muntaha. Perjalanan ini dilakukan bersama Malaikat Jibril dan merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Isra Mi’raj berasal dari kata Isra dan Mi’raj yang memiliki arti perjalanan malam dan naik ke atas. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 setelah Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama dari Allah SWT. Pada saat itu, umat Islam masih berada dalam masa penganiayaan di Mekah dan Nabi Muhammad SAW membutuhkan dukungan dari Allah SWT untuk menguatkan hatinya.

Perjalanan Isra Mi’raj dimulai ketika Malaikat Jibril datang menjemput Nabi Muhammad SAW di rumahnya di Mekah. Kemudian, Nabi Muhammad SAW naik ke atas Buraq, seekor makhluk ajaib yang memiliki kecepatan supersonik. Setelah sampai di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melakukan sholat dua rakaat dan bertemu dengan para nabi dan rasul sebelumnya. Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW naik ke langit pertama dan bertemu dengan Malaikat Israfil yang meniup sangkakala untuk hari kiamat. Kemudian, Nabi Muhammad SAW naik ke langit kedua dan bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW naik ke langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf AS yang memberikan jubahnya sebagai hadiah. Perjalanan terus dilanjutkan hingga Nabi Muhammad SAW sampai di langit ketujuh dan bertemu dengan Allah SWT. Di sana, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam dan Allah SWT memberikan perintah menjalankan puasa Ramadhan. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekah dengan selamat.

Makna Isra Mi’raj
Isra Miraj memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam. Perjalanan ini menunjukkan kebesaran Allah SWT dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Selain itu, Isra Mi’raj juga menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia terpilih yang mendapatkan keistimewaan dari Allah SWT.

“Amalan – amalan di Bulan Puasa

Ramadhan memiliki keistimewaan dimana Allah SWT memberikan limpahan pahala bagi umat muslim yang berlomba mengear keberkahan dan melakukan berbagai amalan. Selama bulan Ramadhan, selain memiliki kewajiban menjalankan amalan wajib berupa puasa, seorang muslim juga dapat mengerjakan amalan sunnah sebagai pelengkap amalan wajib.

Berikut ini adalah amalan sunnah yang dapat dilaksanakan umat muslim selama bulan Ramadhan.

1. Memperbanyak Sedekah

Dalam hadis HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda :

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Artinya: Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi, dari Abu Hurairah)

2. Membaca Al-Quran

Umat muslim ketika memasuki bulan ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an atau yang disebut tadarus. Keutamaan membaca Al-Quran diantaranya mendapatkan pahala berlipat ganda, diangkatlah derajat seseorang oleh Allah SWT, memperoleh ketenangan, dimudahkan untuk menghadap Allah SWT di hari kiamat, dihadiri malaikat, dan ditempatkan di tempat terbaik .

3. Ibadah Malam (Qiyamul Lail)

Qiyamul lail adalah amalan sunnah yang sangat istimewa, terlebih apabila dilaksanakan di bulan Ramadhan. Ibadah Qiyamul lail dikerjakan pada malam hari walaupun hanya sesaat. Ibadah qiyamul lail yang dilakukan sangatlah beragam, seperti sholat sunnah, membaca al Quran, memperbanyak doa dan dzikir.

4. Mendirikan Sholat Tarawih

Salat tarawih adalah ibadah sunah yang didirikan oleh umat Muslim di bulan Ramadan, dalam menjalankannya pun dianjurkan secara berjamaah. Dengan mendirikan shalat tarawih secara berjamaah, umat Muslim akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan rahmat dari Allah. Tidak hanya pahala, ada banyak keutamaan lainnya yang bisa umat muslim dapatkan dengan mendirikan shalat tarawih secara rutin.

5. I’tikaf di Masjid

I’tikaf ditandai dengan berdiam diri di masjid dengan disibukkan melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah. Dalam hadits yang diceritakan Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW melakukan i’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Berikut haditsnya

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]

Artinya: “Nabi SAW melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR Muslim).

6. Mengakhirkan Sahur

Waktu terbaik untuk sahur adalah di sepertiga malam hingga subuh. Maksud dari “mengakhirkan sahur” tidak hanya dengan berhenti makan dan minum, melainkan dengan ibadah seperti sholat, zikir, dan berdoa.

7. Menyegerakan Berbuka Puasa

Menyegerakan berbuka puasa setelah waktu berbuka datang merupakan sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Mengutip buku Al-Islam oleh Said Hawwa, Malik bin Amir Abu Athiyyah pernah berkata kepada Aisyah RA: “Ada dua orang di antara kami, yang satu menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, dan yang satunya lagi mengakhirkan berbuka puasa dan menyegerakan makan sahur.”

8. Berdoa saat Berbuka Puasa

Salah satu waktu yang mustajab di bulan Ramadhan adalah ketika berbuka puasa. Berdasarkan penjelasan dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7:278), hal itu karena orang yang berpuasa telah selesai dalam menjalankan ibadahnya. Bukan hanya itu, orang yang puasa juga cenderung dalam keadaan tunduk kepada Allah.

Adapun doa yang dibacakan yaitu :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

9. Memberikan Makan Buka Puasa

Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” (HR. Ahmad). Berdasarkan hadis tersebut, dapat disimpulkan siapa yang memberi makanan bagi orang berpuasa, maka akan mendapatkan pahala puasa.

10. Mencari Lailatul Qadr dan Menghidupkannya

Pada bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam mencari pahala. Karena Allah menjanjikan pahala berlipat ganda dan doa yang dipanjatkan lebih mustajab. Di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang dinilai istimewa yaitu lebih baik dari seribu bulan. Apabila seseorang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qodar, maka nilainya lebih baik dari melaksanakan ibadah selama seribu bulan. Malam inilah yang dinamakan Lailatul Qodar.

11. Bersilaturahmi

Dalam membangun hubungan silaturahim dibulan Ramadhan dapat dilaksanakan dengan Tadarus Al Qur’an bersama, tadarus hendaknya dilakukan bersama-sama. Jika dilakukan secara bersama-sama mafaatnya tidak hanya menambah ilmu dan pahala tetapi juga bisa menjadi wadah untuk menjalin silaturahim kita dengan banyak orang.

Selain itu juga silaturahim bisa dilaksanakan melalui zakat, karena zakat juga merupakan kewajiban setiap muslim untuk mengeluarkan hartanya kepada mereka yang membutuhkan. Zakat juga bermanfaat untuk membersihkan dan mensucikan kita yang memberikannya.

12. Mengkhatamkan Al-Quran

Keutamaan mengkhatamkan Al-Quran dijelaskan pada HR. Tirmidzi

نْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

13. Beristighfar

Selain menjadi amalan sunnah, beristighfar di bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat seperti memberi jalan keluar untuk setiap kesedihan, mengubah kesempitan jadi kelapangan, dan mendatangkan rezeki.

Kesimpulan
Isra Mi’raj adalah peristiwa ajaib yang menunjukkan kebesaran Allah SWT dan keagungan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Perjalanan ini mengajarkan tentang pentingnya sholat dan puasa sebagai ibadah yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Isra Mi’raj juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang universal dan menghargai perbedaan antara agama dan budaya yang ada di dunia.

Karena pentingnya peristiwa ini, umat Islam diperingatinya setiap tahun pada tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriyah. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjalanan Isra Miraj untuk menjadi muslim yang lebih baik dan taat kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *